![]() |
| Garmin Oregon 650 |
Global Positioning System (GPS). Merupakan salah satu alat pengukuran dan pemetaan yang dapat menentukan letak, luas, jarak, dan ketinggian suatu wilayah dengan tingkat keakuratan tinggi. Dengan menggunakan GPS akan diperoleh informasi kondisi suatu wilayah secara aktual.
Pembangunan pertanian sangat membutuhkan kepastian data-data lapangan agar dapat dijadikan sumber perencanaan, pengambilan keputusan, pengendalian serta pengawasan atau pemantauan.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Penyuluh bertanggung jawab dalam mengimplementasikan program-program pemerintah di bidang pertanian. Sebagai konsultan pertanian di tingkat Desa, penyuluh memiliki kewenangan dalam memberikan saran dan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kondisi lahan pertanian, seperti letak lokasi pertanian, keberadaan faktor pendukung pertanian, sebaran berbagai jenis tanaman pertanian, jarak tempuh, topografi wilayah, dan informasi-informasi lain berkaitan dengan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian. Pemahaman penyuluh tentang cara penggunaan GPS dalam mendapatkan informasi merupakan prasyarat untuk menghadirkan informasi data tersebut.
Keberhasilan pembangunan pertanian tentunya akan terlihat setelah dilakukan evaluasi oleh pemerintah mengenai jalannya kegiatan tersebut. Dengan adanya informasi data yang disajikan secara cepat dan akurat, maka pemerintah dapat mengambil sebuah kebijakan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada masa mendatang (dalam jangka panjang). Selain itu pemerintah dapat juga mengambil tindakan mengenai hal-hal yang bersifat urgen. Dengan adanya pemetaan yang baik, pemerintah dapat memperkirakan secara lebih cermat berkaitan dengan cara penanggulangan, sehingga dapat mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan.
Baru-baru ini setiap UPTB-Penyuluhan Pertanian Kabupaten Siak mendapatkan bantuan perangkat GPS Garmin Oregon 650. Kelebihan GPS Garmin Seri 6xx adalah sudah menggunakan layar sentuh dalam proses pengoperasiannya. Selain itu GPS ini dilengkapi oleh Menu Kalibrasi Otomatis yang akan memudahkan pengguna dalam melakukan penyesuaian perangkat saat GPS dibawa ke lokasi berbeda dari lokasi sebelumnya.
Pemberian bantuan GPS ini hendaknya dapat ditindaklanjuti dengan memberikan pelatihan khusus mengenai cara penggunaannya secara lebih terperinci. Minimal dalam satu kecamatan memiliki satu orang operator GPS yang dapat mengubah data GPS menjadi lembaran peta sederhana, dengan demikian kebutuhan pemetaan lapangan bidang pertanian tingkat kecamatan dapat dilakukan sendiri oleh masing-masing UPTB sebelum ditindaklanjuti oleh pihak yang lebih berkompeten mengenai pemetaan ini. #Heri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar