Kelompok Tani Giat Tani Kampung Lubuk
Jering yang diketuai Bapak Rusli Aziz, saat ini terus bergiat untuk
meningkatkan produksi panen mereka. Lahan Cetak sawah Baru yang di buka pada tahun
2012 seluas 60 Ha tersebut, saat ini sudah memberikan manfaat besar kepada
masyarakat Kampung Lubuk Jering. Masyarakat yang awalnya adalah petani
penggarap lahan berpindah dan mengolah lahan secara tradisional saat ini sudah
bisa menikmati hasil panen mereka dua kali setahun (IP.200) dengan
produktivitas hasil panen sekitar 3,5 ton/Ha. Kondisi ini sangat signifikan
dengan sebelum dibukanya lahan CSB.
“Kami
sangat senang dengan adanya lahan Cetak Sawah Baru ini, karena untuk masalah
konsumsi rumahtangga kami sudah sangat tercukupi, bahkan berlebih” Ungkap Pak
rusli bersemangat saat ditanyai berkenaan hasil panen.
Afandi
PPL Desa Lubuk jering membenarkan bahwa antusiasme petani dalam memanfaatkan
lahan persawahan di Desa Lubuk Jering memang tinggi. Hanya saja petani masih
harus banyak mendapat bimbingan mengenai teknis bertanam padi yang baik,
seperti pola tanam jajar legowo, pemupukan system 6 tepat, dan Pengendalian
Hama Terpadu. Menurut Afandi, selama ini
mereka sudah melakukan penyuluhan secara intensif kepada kelompok tani dan
hasilnya cukup menggembirakan, karena pemahaman petani terhadap budidaya
tanaman padi semakin meningkat, hal ini dibuktikan juga dengan peningkatan
hasil panen mereka sejak tahun 2012.
“Kendala
lain budidaya padi sawah di Kampung
lubuk jering saat ini adalah masalah pengairan” tambah Afandi. Pembangunan
irigasi yang belum optimal terkadang menyulitkan petani untuk mengatur air pada
saat musim tanam. Pada musim penghujan air yang berasal dari Sungai Lubuk
Jering sering meluap.
Kelompok
Giat Tani berharap pemerintah tetap memberikan dukungannya terhadap
pengembangan tanaman pertanian sektor tanaman pangan. Mereka yakin jika saluran irigasi di perbaiki mereka akan dapat
meningkatkan lagi hasil panen mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar