Kamis, 09 Juni 2016

PENGGUNAAN PESTISIDA YANG BAIK DAN BENAR TINGKATKAN EFISIENSI BUDIDAYA PERTANIAN

foto : Yunis

Kearifan dalam menggunakan pestisida kimia untuk meningkatkan produksi pertanian terus digalakkan. Berkenaan dengan hal ini pada tanggal 2 – 4 Juni 2016 yang lalu Unit Pelaksana Teknis(UPT) Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikulutra (TPH) Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Riau, mengadakan "Sosialisasi Penggunaan Pestisida yang Baik dan Benar Dengan Residu Minimum." Acara yang bertempat Posluh Kampung Muara Kelantan ini, di buka langsung oleh Kepala UPT Perlindungan TPH Bapak H. Junaidi, S.Sos, M.Si, dan di hadiri Kepala UPTD TPH Kecamatan Sungai Mandau Rianto, SP serta Kepala UPTB Sapriwal Milis, SP. Adapun peserta sosialisasi berasal dari perwakilan kelompok tani dan PPL Kecamatan Sungai Mandau.

Pada sambutannya Bapak H.Junaidi,S.Sos, M.Si menekankan kepada peserta, agar senantiasa meningkatkan pengetahuan di sektor pertanian. Pada tahun ini UPT Perlindungan TPH mengagendakan 5 (lima) Unit pelatihan penggunaan pestisida, 2 unit diantaranya diadakan di Kabupaten Siak yaitu Kecamatan Bungaraya dan Sungai Mandau. Beliau juga mengungkapkan agar pada kesempatan ini peserta dapat mengutarakan permasalahan di tingkat lapangan guna mencari solusi pada masa mendatang.

Masih rendahnya perhatian petani terhadap penggunaan pestisida secara baik dan benar dapat memicu meningkatkan biaya produksi pertanian. Hal ini disebabkan karena penggunaan pestisida yang tidak tepat sasaran. Penggunaan dosis melalui "perkiraan" tanpa memperhatikan aturan yang tertera pada label, mengakibatkan terjadinya pemborosan. Jika hal ini terus berlangsung secara otomatis biaya produksi akan meningkat. Dapat kita bayangkan jika satu hektar lahan dapat dapat diatasi dengan satu liter pestisida, namun karena teknik dan cara tidak tepat, maka bisa jadi pestisida yang dihabiskan bisa lebih dari satu liter.

Tidak tepatnya penggunaan pestisida dapat mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Beberapa kasus serbuan belalang dan ulat bulu di lahan pertanian masyarakat beberapa waktu lalu, salah satu penyebabnya adalah penggunaan pestisida yang tidak ramah lingkungan.

Melalui pelatihan ini diharapkan petani dapat lebih cermat dalam mengaplikasikan pestisida dalam usaha pertanian mereka. Materi pelatihan dimulai dari Pengertian Pestisida, Cara Membaca Label Pestisida, Cara memasang APD, Persiapan Sebelum Menggunanakan Pestisida, Identifikasi Hama Pengganggu Tanaman (HPT) dan Pemilihan Pestisida Yang Cocok Untuk Mengatasinya serta cara melakukan kalibrasi penggunaan Pestisida. Teknik penyampaian secara teori dan praktek langsung dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman peserta pelatihan yang sebagian besar adalah petani. HDR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar